Pengertian Kritik Sosial Dan Kedudukannya Sebagai Bahasa

Posted on

Pengertian Kritik Sosial Dan Kedudukannya Sebagai Bahasa – Bahasa merupakan alat komunikasi atau alat interaksi yang hanya dimiliki manusia. Jika dilihat dari teori-teori linguistik tentang kajian bahasa, maka akan diperoleh rumusan-rumusan yang mengahasilkan ciri yang merupakan hakikat bahasa. Ciri-ciri yang merupakan hakikat bahasa itu antara lain adalah bahwa bahasa itu merupakan sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbiter, produktif, dinamis, beragam, dan manusiawi.

Bahasa merupakan alat komunikasi atau interaksi yang dimiliki manusia di dalam kehidupan sosial. Sebagai sebuah sistem, bahasa selain bersifat sistematis bahasa juga bersifat sistemis. Maksudnya, bahasa itu memiliki pola tertentu, tidak tersusun secara acak. Sistem bahasa berupa lambang-lambang dalam bentuk bunyi. Artinya, lambang-lambang itu berbentuk bunyi, yang lazim disebut bunyi ujar atau bunyi bahasa. Setiap lambang bahasa melambangkan sesuatu yang disebut makna atau konsep.

Lambang bunyi bahasa bersifat arbiter, artinya hubungan antara lambang dengan yang dilambangkannya tidak bersifat wajib, bisa berubah, dan tidak dapat dijelaskan mengapa lambang tersebut mengonsepsi makna tertentu (Chaer dan Agustina, 2004:12). Selain lambang bunyi bahasa itu bersifat arbiter, ada juga yang bersifat konvensional (sederhana) artinya setiap penutur bahasa akan mematuhi hubungan antara lambang dengan yang dilambangkannya.

Kedudukan Kritik Sosial

Dalam ruang lingkup publik opini publik diandaikan bukan lagi sebuah kekuatan sosial, privilese dan tradisi yang menentukan hak kepada individu untuk berbicara dan menentukan hak kepada tiap individu untuk berbicara dan memutuskan, melainkan tingkat ditetapkannya hal ikhwal tersebut sebagai topik-topik pembicaraan dengan ikut dalam suatu consensus pemikiran umum. Pada zaman pencerahan, tulisan Peter Hohendahl (dalam Eagleton, 2003:2) konsep kritik tidak dapat dipisahkan dari lembaga lingkup publik. Setiap pertimbangan dirancang untuk diarahkan kepada publik. Komunikasi dengan pembaca merupakan bagian integral dari system. Dari melalui hubungannya dengan public pembaca, refleksi kritis menjadi kehilangan sifat pribadinya. Kritik membuka diri untuk diperdebatkan, mencoba untuk meyakinkan, dan mengundang kontradiksi. Dengan demikian, kritik digunakan sebagai alat untuk tukar pendapat dalam lingkup publik.

Bahasa merupakan alat komunikasi atau alat interaksi yang hanya dimiliki manusia. Jika dilihat dari teori-teori linguistik tentang kajian bahasa, maka akan diperoleh rumusan-rumusan yang mengahasilkan ciri yang merupakan hakikat bahasa. Ciri-ciri yang merupakan hakikat bahasa itu antara lain adalah bahwa bahasa itu merupakan sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbiter, produktif, dinamis, beragam, dan manusiawi.

Bahasa merupakan alat komunikasi atau interaksi yang dimiliki manusia di dalam kehidupan sosial. Sebagai sebuah sistem, bahasa selain bersifat sistematis bahasa juga bersifat sistemis. Maksudnya, bahasa itu memiliki pola tertentu, tidak tersusun secara acak. Sistem bahasa berupa lambang-lambang dalam bentuk bunyi. Artinya, lambang-lambang itu berbentuk bunyi, yang lazim disebut bunyi ujar atau bunyi bahasa. Setiap lambang bahasa melambangkan sesuatu yang disebut makna atau konsep.

Lambang bunyi bahasa bersifat arbiter, artinya hubungan antara lambang dengan yang dilambangkannya tidak bersifat wajib, bisa berubah, dan tidak dapat dijelaskan mengapa lambang tersebut mengonsepsi makna tertentu (Chaer dan Agustina, 2004:12). Selain lambang bunyi bahasa itu bersifat arbiter, ada juga yang bersifat konvensional (sederhana) artinya setiap penutur bahasa akan mematuhi hubungan antara lambang dengan yang dilambangkannya.

Definisi Kritik Sosial

Kritik merupakan alat pembaru yang menghantam penyelewengan dan menekan para pelanggar, namun teknologi yuridis ini digunakan atas nama emansipasi sejarah tertentu (Eagleton, 2003:5). Ruang lingkup publik melibatkan reorganisasi diskrusif kekuatan sosial, dengan menarik batas-batas antara kelas sosial sebagai perpecahan antara mereka yang terlibat di dalam sebuah perdebatan rasional dan mereka yang tidak terlibat.

Kritik memiliki arti istilah lain yakni memisahkan serta merinci sesuatu untuk dilakukan sebuah penilaian. Dalam prosesnya kritik dihadapkan atas apa yang ada untuk dilakukan penilaian atau yang dinilai.

Dengan menggunakan kritik dapat dilakukan penilaian atas bagaimana sesuatu yang dianggap benar atau sesuatu yang sudah dianggap benar. Baik salah maupun benarnya sesuatu tersebut tetap dilakukan kritik untuk sebuah penilaian. Kritik senantiasa memiliki sifat membangun atas tanggapan umum. Kritik tidak harus selalu berupa hasil pikiran berupa celaan atau memecag sebuah anggapan. Namun di sini kritik juga memiliki sifat memimpin kearah jalan yang baik dan benar. Jika lebih dikerucutkan lagi kritik merupakan penilaian atas nilai.

Dewasa ini kritik menduduki tempat yang sangat penting dalam tata kehidupan sosial. Kegiatan mengkritik bisa berupa pendapat negatif maupun positif. Akan tetapi lebih banyak yang mengarahkan pada tanggapan negatif. Dengan melakukan kritik terkadang orang lebih berusaha mengarahkan pada kesalahan yang ada. Kesan menjatuhkan lebih terasa dari pada memberikan penilaian yang kerah memberi kritik membangun. Hal ini yang menjadi aktivitas hangat dilingkar kehidupan sosial bermasyarakat. Banyak kritik-kritik bernilai negatif yang sering dilontarkan. Jika ini terus terjadi pada lingkup masyarakat maka penilain akan keburukan yang sering terjadi pada masyarakat akan terus menjadi pembahasan kritik. Padahal tidak semua apa yang terjadi dilingkup masyarakat itu adalah yang buruk.

Pengertian Kritik Sosial Dan Kedudukannya Sebagai Bahasa

Kritik sosial memiliki dua istilah yakni, kritik dan sosial. Telah dijelaskan di atas bahwa definisi kritik adalah penilaian memberikan tanggapan bisa berupa penilaian hasil yang baik maupun yang buruk. Sedangkan definisi sosial merupakan suatu kejadian nilai-nilai yang berada pada lingkup kehidupan bermasyarakat. Di dalam kehidupan bersama terdapat ilmu masyarakat atau ilmu yang membahas tentang kemasyarakatan yang memelajari manusia sebagai anggota golongan atau masyarakat yang tidak lagi sebagai individu yang tidak bisa terlepas dari golongan masyarakat, dengan sebuah ikatan adat, kebiasaan, kepercayaan, atau agamanya, tingkah laku serta keseniannya atau yang disebut sebagai kebudayaan yang meliputi segala segi kehidupannya, istilah tersebut sering juga disebut sebagai sosiologi.

Permasalahan-permasalahan sosial yang sering timbul dikalangan masyarakat menimbulkan sebuah protes keras atau kritik. Permasalahan sosial yang sedang terjadi sering terarah pada bagaimana keburukan permasalahan yang sedang terjadi dewasa itu pada lingkup sosial. Bentuk wujud kritik ketidak benaran atau keburukan di dalam masyarakat. Kritik dapat dilakukan oleh siapa saja. Kritik tidak hanya dilakukan oleh mereka yang berkecimpung dibidangnya. Siapa pun boleh mengkritik asal memiliki dasar atas apa yang akan mereka kritik. Satu hal pembahasan  yang terkait dengan kritik sosial, yakni proses sosialisasi. Karena komunikasi merupakan cara manusia untuk bersosialisasi yang dapat menempatkan individu pada posisi struktur sosial yang nyata.

Demikianlah pembahasan kita tentang Pengertian Kritik Sosial Dan Kedudukannya Sebagai Bahasa, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih 🙂