Pengertian Manajemen Produksi, Fungsi, Tahapan, Faktor Pendukung Lengkap

Posted on

Pengertian Manajemen Produksi, Fungsi, Tahapan, Faktor Pendukung Lengkap – Pada pembahasan kali ini kami akan mengulas tentang manajemen produksi. Ulasan yang meliputi pengertian, fungsi, tahapan, faktor pendukung yang akan dijelaskan dengan lengkap dan mudah dipahami. Untuk itu bacalah dengan seksama materi berikut ini.

Pengertian Manajemen Produksi

Pengertian manajemen produksi menurut wikipedia adalah salah satu bagian dari bidang manajemen yang berperan dalam mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Manajemen produksi bersangkutan dengan pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi agar tercapai tujuan dari organisasi atau perusahaan.

Ada pengertian lain dari manajemen produksi yang dikemukakan oleh beberapa ahli diantaranya:

  1. Heizer dan Render, 2014:4
    Manajemen produksi adalah serangkaian aktivitas yang menghasilkan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output.
  2. Irham Fahmi, 2012:3
    Manajemen produksi adalah suatu ilmu yang membahas secara komprehensif bagaimana pihak manajemen produksi perusahaan mempergunakan ilmu dan seni yang dimiliki dengan mengarahkan dan mengatur orang-orang untuk mencapai suatu hasil produksi yang diinginkan.
  3. Mr. E.L. Brech
    Manajemen produksi adalah proses perencanaan yang efektif dan mengatur operasi pada bagian yang bertanggunng jawab untuk transformasi dari bahan baku hingg menjadi produk jadi dari perusahaan.
    Pengertian Manajemen Produksi, Fungsi, Tahapan, Faktor Pendukung Lengkap

Fungsi Manajemen Produksi

Secara umum manajemen produksi mempunyai keterkaitan dengan pertanggung jawaban dalam pengolahan transformasi masukan (input) menjadi keluaran (output) berupa barang dan jasa yang dihasilkan yang akhirnya menghasilkan pendapatan bagi perusahaan.

Pelaksanaan fungsi ini dibutuhkan serangkaian aktivitas yang berkaitan dan menyatu serta menyeluruh sebagai suatu sistem. Setiap kegiatan yang saling berkaitan dengan fungsi produksi dilaksanakan oleh beberapa bagian yang ada pada suatu perusahaan, baik itu perusahaan besar atau perusahaan kecil.

Berikut ini empat fungsi dalam manajemen produksi menurut Sofjan Assauri (2004:22) adalah:

  1. Proses pengolahan, merupakan teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan (input)
  2. Jasa-jasa penunjang, adalah sarana yang berupa pengorganisasian yang diperlukan untuk penetapan dan metode yang akan dijalankan sehingga proses pengolahan dapat berjalan secara efektif dan efisien.
  3. Perencanaan, adalah keterkaitan, pengorganisasian dari kegiatan produksi yang akan dilakukan dalam suaatu dasar waktu atau periode tertentu.
  4. Pengedalian atau pengawasan, adalah fungsi yang menjamin terlaksananya kegiatan agar sesuai dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan tujuan untuk penggunaan dan pengolahan masukan (input) dapat dilaksanakan.

Tahapan Manajemen Produksi

Manajemen produksi memiliki tahapan yang dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

  • Perencanaan produksi
    Perencanaan produksi bertujuan untuk dilakukannya persiapan yang tersistem bagi produksi yang akan dilakukan. Keputusan yang harus dihadapi adalah
    1. Jenis barang yang akan diproduksi
    2. Kualitas barang
    3. Jumlah barang
    4. Bahan baku
    5. Pengendalian produksi
  • Pengendalian Produksi
    Pada pengendalian produksi bertujuan untuk mencapai hasil yang maksimal dengan biaya seoptimal mungkin. Kegiatan yang dilakukan adalah:
    1. Menyusun perencanaan
    2. Membuat jadwal kerja
    3. Menentukan barang akan dipasarkan kepada siapa
  • Pengawasan Produksi
    Pengawasan produksi bertujuan agar pelaksanaan aktivitas produksi dapat berjalan sesuai dengan rencana. Kegiatan yang dilakukan adalah:
    1. Menetapkan kualitas
    2. Menetapkan standar barang
    3. Melaksanakan produksi tepat waktu

Faktor Pendukung Manajemen Produksi

Manajemen produksi yang telah berjalan dengan baik disuatu perusahaan dipengaruhi dua faktor yaitu:

  • Faktor pertama yaitu division of labour atau faktor pembagian tugas yang tepat. Agar mencapai produk yang berkualiats dan diterima baik oleh pasar maka pembagian kerja yang tepat dapat membantu proses produksi lebih efisien dan efektif dan terjaga kebaikannya.
  • Faktor kedua adalah dilakukannya revolusi industri. Revolusi industri disini adalah seperti pergantian tenaga manusia dengan mesin atau robot dalam proses produksi.Dengan melakukan revolusi industri target produksi dapat tercapai dan karyawan akan berusaham meningkatkan keahlian yang dimilii agar dapat bersaing. Revolusi industri belum bisa diterapkan pada perusahaan atau usaha kecil yang secara sistem masing tradisional. Revolusi industri dapat dilihat dari beberapa aspek seperti diantaranya:
    • Penggunaan mesin yang lebih banyak daripada manusia.
    • Pembangunan infrastruktur yang semakin berkembang seperti jalur kereta api cepat, alat transportasi, jaringan komunikasi dan pasokan listrik yang stabil atau memadai.
    • Banyaknya sistem perbankan dan perkreditan sehingga menjangkau daerah yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya.

Dengan adanya faktor-faktor diatas, pertumbuhan yang dihasilkan dari manajemen produksi akan semakin maju dan pesat. Manajemen produksi akan terbantu sekali dengan adanya revolusi ini.

Demikianlah penjelasan tentang Pengertian Manajemen Produksi, Fungsi, Tahapan, Faktor Pendukung Lengkap semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan kalian tentang manajemen produksi. Terimakasih telah berkunjung