Pengertian Reksadana, Jenis, Karakteristik, Manfaat, Resiko Reksadana Terlengkap

Posted on

Pengertian Reksadana, Jenis, Karakteristik, Manfaat, Resiko Reksadana Terlengkap – Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan tentang Reksadana. Penjelasan yang meliputi tentang pengertian reksadana, jenis reksadana, karakteristik rekdana, manfaat dan resiko reksadana yang akan dibahas dengan lengkap dan mudah dipahami. Untuk lebih jelasnya simaklah ulasan dibawah ini dengan seksama.
Pengertian Reksadana, Jenis, Karakteristik, Manfaat, Resiko Reksadana

Pengertian Reksadana

Wikipedia
Pengertian reksadana menurut Wikipedia adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana.

UU Pasar Modal No. 8 Tahun 1992
Pengertian reksadana menurut UU Pasar Modal No. 8 Tahun 1995 adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

Jenis-Jenis Reksadana

Reksadana dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Reksadana Saham

    Reksadana saham merupakan reksadana yang investasinya sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat ekuitas (saham). Efek saham pada umumnya memberikan potensi hasil yang lebih tinggi dengan berupa capital gain pertumbuhan harga-harga saham dan deviden. Nilai investasi pada reksadana saham pertumbuhannya paling besar tetapi resikonya juga besar.

  2. Reksadana Campuran

    Reksadana campuran merupakan jenis reksadana yang melakukan investasi terhadap efek ekuitas dan efek hutang yang perbandingannya tidak termasuk dalam kategori reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham. Secara teoritis potensi hasil pada reksadana ini dapat lebih besar dari reksadana pendapatan tetap namun lebih kecil daripada reksadana saham.

  3. Reksadana Pendapatan Tetap

    Reksadana pendapatan tetap merupakan jenis reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat hutang. Resiko investasinya lebih tinggi dari reksadana pasar uang yang membuat nilai return bagi reksadana jenis ini juga lebih tinggi, namun tetap lebih rendah daripada reksadana campuran dan reksadana saham.

  4. Reksadana Pasar Uang

    Reksadana pasar uang adalah reksadana yang melakukan investasi 80% pada efek pasar hutang yang berjangka kurang dari satu tahun, seperti deposito, SBI. Resiko reksadana jenis ini adalah terendah tetapi juga memberikan return yang terbatas.

  5. Reksadana Index

    Reksadana Index adalah reksadana yang isinya adalah sebagian besar dari index tertentu dan dikelola secara pasif, artinya tidak melakukan jual beli di bursa, kecuali ada subscription baru ata redemption, oleh karenannya reksadana index biasanya keuntungan dan kerugiannya sejalan dengan index tersebut

Karakteristik Reksadana

Karakteristik reksadana dapat digolongkan menjadi yaitu:

  • Reksadana Terbuka

    Merupakan reksadana yang dapat dijual kembali pada Perusahaan Manajemen Investasi yang menerbitkannya tanpa perlu melewati perdagangan di Bursa efek. Harga jual reksadana terbuka sama dengan nilai Aktiva Bersihnya. Reksadana yang ada saat ini merupakan jenis reksadana terbuka.

  • Reksadana Tertutup

    Merupakan reksadana yang tidak dapat dijual kembali kepada perusahaan manajemen investasi yang menerbitkannya. Unit reksadana tertutup dapat dijual kembali kepada investor lain dengan cara perdagangan di Bursa Efek. Dan harga jualnya bisa diatas atau dibawah nilai aktiva bersihnya.

Manfaat Reksadana

Berikut ini adalah beberapa manfaat memiliki sebuah reksadana yang menjadikannya alternatif investasi:

  1. Dikelola Oleh Manajemen Profesional

    Dalam reksadana, pengelolalan portofolio dilakukan oleh Manajer Investasi yang memang ahli khusus dalam pengelolaan dana. Peran seorang manajer investasi sangat penting mengingat Pemodal individu umumnya memiliki keterbatasan waktu, sehingga tidak dapat melakukan riset secara langsung dalam menganalisa harga efek serta mengakses informasi ke pasar modal.

  2. Diversifikasi Investasi

    Diversifikasi atau penyebaran investasi terwujud dalam portofolio akan mengurangi resiko (tetapi tidak dapat menghilangkan), karena dana atau kekayaan reksadana diinvestasikan pada berbagai jenis efek sehingga resikonya pun juga besar.

  3. Transparansi Informasi

    Reksadana harus memberikan informasi atas perkembangan portofolionya dan biaya secara kontinyu sehingga pemegang unit penyertaan dapat memantau keuntungannya, biaya, dan resiko setiap saat.

  4. Likuiditas Yang Tinggi

    Supaya investasi yang dilakukan sukse, setiap instrumen investasi harus memiliki tingkat likuiditas yang cukup tinggi.

  5. Biaya Rendah

    Karena reksadana adalah kumpuan dana dari banyak pemodal dan kemudia dikelola secara profesional, maka sejalan dengan besarnya kemampuan untuk melakukan investasi tersebut akan menghasilkan pula efisiensi biaya transaksi.

Resiko Reksadana

Dalam reksadana ada resiko yang harus diketahui oleh investor. Berikut ini adalah resiko dalam membeli reksadana:

  • Resiko Menurunnya Nilah Aktiva Bersih (NAB)
    Penurunan ini disebabkan oleh pasar harga dari instrumen investasi yang dimasukkan dalam portofolio reksadana terjadi penurunan dibandingkan dari harga pembelian awal. Disebabkan oleh banyak hal termasuk dianataranya akibat kinerja buruh saham yang memburuk.
  • Resiko Likuiditas
    Potensi resiko likuiditas dapat terjadi jika pemegang Unit Penyertaan reksadana padas salah satu Manajer Investasi tertentu ternyata melakukan penarikan dana dalam jumlah besar pada hari dan waktu yang sama.
  • Resiko Pasar
    Resiko pasa merupakan situasi ketika harga instrumen invesatasi mengalami penurunan dikarenakan menurunnya kinerja pasar saham atau pasar obligasi secara drastis.
  • Resiko Default
    Resiko ini terjadi apabila pihak Manajer Investasi membeli obligasi milik emiten yang sedang kesulitan keuangan padahal sebelumnya kinerjanga keuangan perusahaan itu masih baik-baik saja sehingga pihak emiten tersebut terpaksa tidak membayar kewajibannya.

Demikianlah tadi telah dijelaskan tentang Pengertian Reksadana, Jenis, Karakteristik, Manfaat, Resiko Reksadana Terlengkap semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung