11 Pengertian Kebangkrutan Menurut Para Ahli, Faktor Penyebab, Indikator Terlengkap

Posted on

11 Pengertian Kebangkrutan Menurut Para Ahli, Faktor Penyebab, Indikator Terlengkap – Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan tentang kebangkrutan. Pembahasan yang meliputi pengertian kebangkrutan yang dikemukakan oleh beberapa ahli, faktor penyebab kebangkrutan dan indikator kebangkutan yang akan dibahas dengan lengkap dan mudah dipahami. Untuk lebih detailnya silakan simak ulasan dibawah ini dengan seksama.
Pengertian Kebangkrutan Menurut Para Ahli, Faktor Penyebab, Indikator

Pengertian Kebangkrutan Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian kebangkrutan dari para ahli yang telah dirangkum.

  1. Brigham (2012: 2-3)

    Pengertian kebangkrutan menurut Brigham adalah suatu kegagalan yang terjadi pada perusahaan yang bisa diartikan dengan:

    • Kegagalan Ekonomi (Economic Distressed), merupakan kondisi perusahaan kehilangan uang atau pendapatan perusahaan tidak mampu menutupi biayanya sendiri, artinya ini tingkat labanya lebih kecil dari biaya modal atau nilai sekarang dari arus kas perusahaan lebih kecil dari kewajiban. Kegagalan terjadi bila arus kas sebenarnya dari perusahaan tersebut jauh di bawah arus kas yang diharapkan.
    • Kegagalan Keuangan (Financial Distressed), merupakan kondisi perusahaan yang mana kesulitan dana baik dalam arti dana didalam pengertian kas atau dalam pengertian modal kerja. Sebagian asset liabilty management sangat berperan dalam pengaturan untuk menjaga agar tidak terkena kegagalan keuangan. Kegagalan keuangan dapat diartikan juga sebagai insolvensi yang membedakan antara dasar arus kas dan dasar saham.
  2. Undang-Undang Nomor4 Tahun 1998 Tengtang Kepailitan

    Pengertian kebangkrutan menurut Undang-Undang Nomor4 Tahun 1998 Tengtang Kepailitan adalah suatu situasi yang dinyatakan pailit oleh keputusan pengadilan.

  3. Toto (2011: 332)

    Pengertian kebangkrutan menurut Toto adalah Bankcruptcy adalah kondisi dimana perusahaan tidak mampu lagi untuk melunasi kewajibannya. Kondisi ini biasanya tidak muncul begitu saja di perusahaan, ada indikasi awal dari perusahaan tersebut yang biasanya dapat dikenal lebih dini kalau laporan keuangan dianalisis secara lebih cermat dengan suatu cara tertentu. Rasio keuangan dapat digunakan sebagai indikasi adanya kebangkrutan di perusahaan.

  4. Lesmana (2003: 174)

    Pengertian kebangkrutan menurut Lesmana adalah ketidakpastian mengenai kemampuan atas suatu perusahaan untuk melanjutkan kegiatan operasionalnya jika kondisi keuangan yang dimiliki mengalami penurunan.

  5. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

    Pengertian kebangkrutan menurut KBBI adalah perihal (keadaan) bangkrut dari perusahaan karena tidak mampu membayar utang-utangnya dan sebagainya.

  6. Martin dalam Fahkrurozie (2007: 15)

    Pengertian kebangkrutan menurut Martin adalah sebagai berikut:

    • Kegagalan Ekonomi (Economic Distressed)
      Kegagalan ekonomi artinya bahwa perusahaan kehilangan uang atau pendapatan perusahaan tidak mampu menutupi biayanya sendiri, ini berarti tingkat labanya lebih kecil dari biaya modal atau nilai sekarang dari arus kas perusahaan lebih kecil dari kewajiban, kegagalan terjadi bila arus kas sebenarnya dari perusahaan tersebut jauh dibawah arus kas yang diharapkan.
    • Kegagalan Keuangan (Financial Distressed)
      Pengertian financial distressed mempunyai makna kesulitan dana baik dalam arti dana dalam pengertian kas atau dalam pengertian modal kerja. Sebagai asset liability management sangat berperan dalam pengaturan untuk menjaga agar tidak terkena financial distressed. Kebangkrutan akan cepat terjadi pada perusahaan yang berada di Negara yang sedang mengalami kesulitan ekonomi, karena kesulitan ekonomi akan memicu semakin cepatnya kebangkrutan perusahaan yang mungkin tadinya sudah sakit kemudian semakin sakit dan bangkrut.
  7. Prihadi (2008:177)

    Pengertian kebangkrutan menurut Prihadi adalah kondisi dimana perusahaan tidak mampu lagi untuk melunasi kewajibannya.

  8. Darsono (2005:165)

    Pengertian kebangkrutan menurut Darsono adalah kegagalan perusahaan dimana menjalankan operasi perusahaan untuk menghasilkan laba.

  9. Gitman (2012:738)

    Pengertian kebangkrutan menurut Gitman Bankruptcy is business failure that occurs when the started value of a firm’s liabilities exceeds the fair market value of its assets

  10. Hadi (2008)

    Pengertian kebangkrutan menurut Hadi sering disebut likuidasi perusahaan atau penutupan perusahaan atau insolvabilitas.

  11. Wikipedia

    Pengertian kebangkrutan menurut Wikipedia adalah ketidakmampuan yang dinyatakan secara legal oleh individu atau organisasi untuk membayar kreditur mereka.

Faktor Penyebab Kebangkrutan

Ada tiga faktor yang menyebabkan kebangkrutan yang dinyatakan oleh Sartono (1994), yaitu:

  • Suatu perusahaan jika tidak mampu memenuhi kewajibannya yang akan jatuh tempo tetapi asset perusahaan nilainnya lebih tinggi daripada hutangnya, karena perusahaan menghadapi technically insolvent.
  • Apabila nilai asset perusahan lebih kecil daripada nilai hutang perusahaan karena menghadapi legally insolvent.
  • Perusahaan yang menghadapi kebangkrutan jika tidak dapat membayar utangnya dan oleh pengadilan dinyatakan pailit.

Menurut Reny (2011: 28), ada beberapa faktor yang menyebabkan kebangkrutan secara umum, diantaranya adalah:

  1. Faktor Ekonomi: Dalam bidang ekonomi adalah gejala inflasi dan deflasi dalam harga barang dan jasa, kebijakan keuangan, suku bunga dan devaluasi uang dalam keterkaitannya dengan uang luar negeri dan juga neraca pembayaran, surplus dalam hubungannya dengan perdagangan luar negeri.
  2. Faktor Sosial: Pengaruh faktor sosial terhadap kebangkrutan lebih pada perubahan gaya hidup masyarakat yang mempengaruhi permintaan pada produk dan jasa ataupun cara perusahaan berhubungan dengan karyawan.
  3. Faktor Teknologi: Menggunakan teknologi informasi bisa menyebabkan biaya yang harus ditanggung perusahana menjadi tinggi terutama untuk maintanance dan implementasi yang tidak direncanakan, sistemnya tidak terpadu dan manajer user kurang profesional.
  4. Faktor Pemerintah: Pemerintah yang mempunyai kebijakan terhadap pencabutan subsidi pada perusahaan dan industri, dikenakan tarif eksport dan impor barang yang berubah, kebijakan undang-undang baru untuk perbankan atau tenanga kerja dan lain-lain.
  5. Faktor Pelanggan: Suatu perusahan wajib mengidentifikasikan sifat konsumen, agar terhindar dari kehilangan konsumen, dan juga terciptanya peluang baru, menemukan konsumen baru dan menghindari penurunan penjualan dan mencegah konsumen berpaling ke pesaing.
  6. Faktor Pemasok: Perusahaan dan pemasok haruslah bekerja sama dengan baik dikarenakan kekuatan pemasok untuk menaikkan harga dan mengurangi keuntngan pembeli tergantung dari seberapa besar pemasok berhubungan dengan perdagangan bebas.
  7. Faktro Pesaing: Jika suatu produk pesaing lebih diterima oleh masyarakat, maka perusahaan akan kehilangan konsumen dan hal ini akan berakibat turunnya pendapatan perusahaan, untuk itu persaingan jangan dilupakan.

Indikator Kebangkrutan

Dalam perusahaan jika akan terjadi kebangkrutan dapat diprediksi dengan adanya indikator. Menurut Hanafi (2003: 264) Indikator tersebut adalah:

  • Analisis arus kas untuk saat ini atau masa mendatang
  • Analisis strategi perusahaan, adalah analisis yang berfokus pada persaingan yang dihadapi oleh perusahaan.
  • Struktur biaya relatif terhadap pesaingnya.
  • Kualitas manajemennya
  • Kemampuan manajeman untuk mengendalikan biaya.

Menurut Fahkrurozie (2007:18), kebangkrutan perusahaan dapat ditemukan beberapa tanda atau indikator manajerial dan operasional, seperti:

  • Indikator Lingkungan Bisnis
    Pertumbungan ekonomi yang rendah bisa jadi indikator yang penting pada lemahnya peluang bisnis, terlebih lagi jika di saat yang sama banyak perusahana baru yang masuk pasar. Besarnya perusahan tertentu bisa jadi sebab mengecilnya perusahaan lain.
  • Indikator Internal
    Jika manajemen tidak bisa melakukan perkiraan bisnis dengan alat analisa apapun yang dipakai, sehingga manajemen kesulitan mengembangkan sikap proaktif. Lebih cenderung bersikap reaktif dan karena hal tersebut biasanya terlambat mengatisipasi perubahan.
  • Indikator Kombinasi
    Sering terjadi perusahaan bangkrut dikarenakan interaksi ancaman yang berasal dari lingkungan bisnis dan kelemahan yang asalnya dari lingkungan perusahaan itu sendiri. Jika hal ini disebabkan oleh keduanya, maka akan membawa akibat yang lebih kompleks dibanding disebabkan oleh salah satu saja.

Demikianlah telah dijelaskan tentang 11 Pengertian Kebangkrutan Menurut Para Ahli, Faktor Penyebab, Indikator Terlengkap semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung, jangan lupa untuk membaca artikel kami lainnya.