Pengertian Kuat Arus, Beda Potensial, Hambatan Listrik Serta Hubungan Dan Contoh Soal Terlengkap

Posted on

Pengertian Kuat Arus, Beda Potensial, Hambatan Listrik Serta Hubungan Dan Contoh Soal Terlengkap – Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan tentang kuat arus, beda potensial, hambatan listrik dan hubungannya dari ketiganya dan disertai contoh soal yang dijelaskan dengan lengkap dan ringan. Untuk lebih detailnya silakan simak ulasan dibawah ini dengan seksama.
Pengertian Kuat Arus, Beda Potensial, Hambatan Listrik Serta Hubungan Dan Contoh Soal

Pengertian Kuat Arus, Beda Potensial, Hambatan Listrik

Kuat arus merupakan banyaknya muatan listrik yang mengalir pada sebuah penghantar dalam satuan waktu satu sekon. Kuat arus memiliki satuan yaitu Ampere diberi simbol (A).

Beda Pontensial yaitu beda suatu tegangan antara ujung-ujung penghantar yang diberi arus listrik. Volume beda potensial yang ada di rangkaian listrik akan berpengaruh terhadap kuat arus listrik yang mengalir.

Hambatan Listrik yaitu perbandingan dari tegangan listrik dari suatu komponen elektronik dengan arus listrik yang melaluinya. Hambatan listrik memiliki satuan Ohm (Ω).

Hubungan Antara Kuat Arus, Beda Potensial Serta Hambatan Listrik

Didalam arus listrik ada suatu hambatan listrik yang menjadi penentu besar kecilnya arus listrik. Apabila besar hambatan listrik, maka semakin kecil kuat arusnya, dan sebaliknya. George Simon Ohm (1787-1854), dengan percobaanya membuat kesimpulan bahwa arus I pada sebuah kawat penghantar sebanding dengan beda potensial V yang diberikan pada ujung-ujung kawat penghantar tersebut: I ~ V. Contohnya jika kita menyambungkan satu kawat penghantar ke kutub-kutub baterai 3 volt, maka aliran arus akan menjadi dua kali lipat apabila dihubungkan ke batera 6 volt.

Hukum Ohm

Besarnya arus yang mengalir pada satu kawat penghantar tidak hanya bergantung pada tegangan tetapi juga pada hambatan yang dimiliki oleh kawat terhadap aliran elektron. Kuat arus listrik berbanding terbalik dengan hambata: I ~ 1/R, hal ini artinya semakin besar hambatan pada rangkaian maka kuat arus yang mengalir di rangkaian tersebut mennjadi lebih besar.

Contohnya adalah, apabila suatu rangkaian dipasang hambatan 6 ohm (Ω), maka aliran arus akan menjadi dua kali lipat jika dipasang hambatan yang besarnya 6 ohm (Ω).

Aliran elektron di suatu kawat penghantar lebih lambat karena ada interaksi dengan atom-atom kawat. Semakin besar hambatan tersebut, maka semakin kecil arus untuk suatu tegangan V. Dengan begitu, arus I yang mengalir berbanding lurus dengan beda potensial antar ujung-ujung penghantar dan berbanding terbalik dengan hambatannya. Pernyataan demikian dikenal dengan Hukum Ohm, dan dibuatlah dengan persamaan.
persamaan hukum ohm

Dengan R merupakan hambatan di sebuah kawat atau suatu alat lainnya, V adalah beda potensial antar kedua ujung penghantar, dan I adalah arus yang mengalir. Hubungan ini biasanya ditulis dengan persamaan: V = I.R

Dalam satuan internasional (SI), hambatan dinyatakan dalam satuan volt per ampere (V/A) atau ohm (Ω). Grafik hubungan antara arus I dan beda potensial V, dan juga kuat arus I dan hambatan listrik R, dinyatakan dapam gambar sebagai berikut:
hubungan kuat arus, beda potensial dan hambatan listrik

Contoh Soal Kuat Arus, Beda Potensial, Hambatan Listrik

Berikut ini adalah beberapa contoh soal dari kuat arus, beda potensial dan hambatan listrik yang bisa kalian coba.

1.Suatu pemanas listrik memiliki beda potensial 40 V dan kuat arus 4 A. Hitunglah hambatan pemanas tersebut?

Penyelesaian:
Diketahui:
V= 40 V
I= 4 A
Ditanya: R =…?

Jawaban:
R = V / I
R = 40 V / 4A
R = 10 (Ω)

Jadi dapat ditemukan hambatan pemanas tersebut adalah 10 ohm (Ω).

2.Apabila tegangan listrik di suatu penghantar 20 volt, maka arus yang mengalir ¾ ampere. Jika tengan dinaikkan menjadi 42 volt, tentukan kuat arusnya!
Penyelesaian:
Diketahui:
V1 = 20 V
I1 = ¾ A
V2 = 42 V

Ditanya: L2 = …?

Jawaban:
Dalam soal ini besarnya R akan konstan (tetap), dengan memakai rumus R = V/I, maka:
R1 = R2
V1/I1 = V2/I2
20 V/ (¾) A = 42 V/ I2
I2 = (¾) A x 42 V /20 V
I2 = 1,575 A
Maka dapat diperoleh kuat arusnya adalah 1,575 A.

Demikianlah telah dijelaskan tentang Pengertian Kuat Arus, Beda Potensial, Hambatan Listrik Serta Hubungan Dan Contoh Soal Terlengkap semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.

Silakan Baca Juga: