Pengertian Teori Akuntansi, Tujuan, Manfaat, Sifat, Metode Perumusan Terlengkap

Posted on

Pengertian Teori Akuntansi, Tujuan, Manfaat, Sifat, Metode Perumusan Terlengkap – Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan tentang teori akuntansi. Yang meliputi pengertian teori akuntansi, sifat teori akuntansi dan metode perumusan teori akuntansi dengan pembahasan lengkap dan mudah dipahami. Untuk lebih lebih detailnya silakan simak ulasan dibawah ini dengan seksama.

Pengertian Teori Akuntansi

Teori akuntasi merupakan sebuah konsep definisi dalil yang menggambarkan dengan sistematis peristiwa akuntansi yang mengulas keberkaitan antara variabel dengan variabel lainnya dalam struktur akuntansi dengan maksud bisa menjelaskan dan meramalkan peristiwa atau fenomena yang bisa saja muncul. Teori akuntansi adalah penalaran segara logika berupa seperangkat prinsip yang luas dan memberikan kerangka acuan umum yang bisa dipakai untuk penilaian praktek akuntansi memberi arahan pengembangan prosedur dan praktek baru.

Dalam pelaksanaan sesuatu harus ada teori baik itu yang disadari ataupun tidak disadari. Seringkali kita mengetahui praktek tanpa perlu ada teori.

Pengertian Teori Akuntasi Menurut Para Ahli

Hendriksen dan Van Breda (1992)
Pengertian teori akuntansi menurut Hendriksen dan Van Breda adalah penalaran logis dalam bentuk seperangkat prinsip-prinsip yang luas (a set of broad principles) yang memberikan kerangka referensi umum untuk mengevaluasi praktek akuntansi dan memberikan pedoman dalam mengembangkan praktek dan prosedur akuntansi yang baru.

Tujuan Teori Akuntasi

Tujuan dari teori akuntansi adalah untuk mengajikan seperangkat prinsip logis yang saling berhubungan, yang membentuk kerangka acuan umum untuk menilai dan mengembangkan praktek akuntansi yang sehat.

Manfaat Teori Akuntansi
Pengertian Teori Akuntansi, Tujuan, Manfaat, Sifat, Metode Perumusan

Teori akuntasi memiliki manfaat untuk kerangka acuan dalam penilaian praktek-praktek akuntansi. Dan juga teori ini juga bisa digunakan untuk sebagai pedoman dalam pengembangan praktek-praktek akuntansi dan prosedur-prosedur yang baru.

Teori akuntansi juga bisa dimanfaatkan dalam peramalan atau prediksi sebagaian kejadian yang sifatnya ekonomi dan akuntansi di masa yang akan datang. Hal ini berhubungan dengan pengambilan keputusan ekonomi.

Oleh karena itu sebuah teori bisa bertahan atau suatu teori akan bisa dinilai baik atau buruknya dengan melihat atau melakukan pertimbangan kemampuan teori tersebut dalam menjelaskan atau memprediksi sebuah kondisi pada masa yang akan datang dan juga mampu dalam melaksanakan pengukuran tingkat risiko yang mungkin terjadi

Sifat Teori Akuntansi

Sifat dari teori akuntasi adalah sebagai berikut:

  • Merupakan suatu perangkat prinsip yang logis, saling berhubungan dan membentuk kerangka umum
  • Berhubungan erat dengan penyusunan kebijakan akuntansi
  • Harus meliputi seluruh literatur akuntansi yang memberikan pendekatan yang tidak sama antara satu dan yang lainnya.
  • Harus dapat menjelaskan tentang praktek akuntansi, menjawab dan membahas seluruh fenomena yang menjadi latar belakang diterapkannya sebuah metode dalam praktek akuntansi.
  • Harus bisa menjelaskan mengapa perusahaan lebih cenderung memakai metode Lifo dibanding FIFO dalam penilaian persediaannya.
  • Harus dapat meramalkan atau memprediksi atau bahkan menemukan gejala akuntansi yang belum diketahui.
  • Sangat penting dalam penyusunan dan verifikasi prinsip akuntansi

Metode Perumusan Teori Akuntansi

Menurut Belkaoui dan Goldfrey menyatakan bahwa terdapat beberapa metode yang bisa dipakai untuk merumuskan teori akuntansi, antara lain:

Metode Deskriptif (Pragmatic)
Didalam metode ini akuntansi dianggap dengan suatu seni yang tidak dapat dirumuskan. Metode perumusan akuntansi yang sifatny membahas atau mendeskripsikan dan juga menganalisa praktek yang ada dan yang diterima saat ini.

Metode Psychological Pragmatic
Metode ini melakukan pengamatan terhadap reaksid ari pengguna laporan keuangan terhadap output akuntasi yang sudah disusun dari berbagai standar, prinsip, pedoman atau aturan. Hal ini juga seringkali disebut sebagai behavior accounting.

Metode Normatif
Metode ini menjelaskan akuntansi dianggap sebagai suatu norma peraturan yang harus diikuti tanpa peduli apakah dipraktekkan, berlaku saat ini atau tidak

Metode Positive
Metode yang diawali dari suatu metode ilmiah yang diterima umum dan sedang berlaku. Menurut teori akuntai positif ini, dirumuskan permasalahan penelitian yang mengamati fenomena nyata yang tidak ada didalam teori.

Dari empat metode diatas bisa dipakai dan dikombinasikan dengan berbagai pendekatan yang dapat dilakukan. Dan selain itu teori yang bisa diperoleh atau rumus akuntansi yang didapatkan harus bisa menggambarkan kondisi dengan sebenarnya. Sehingga teori-teori yang didapatkan dapat dimanfaatkan dalam prakteknya.

Demikian telah dijelaskan tentang Pengertian Teori Akuntansi, Tujuan, Manfaat, Sifat, Metode Perumusan Terlengkap semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.

Silakan Baca Juga: